Minggu, 17 Juni 2012

SOP Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan SPT di KPP


A.    Deskripsi:
Prosedur operasi ini merupakan proses penerimaan dan pengolahan SPT baik SPT Tahunan atau SPT Masa

B.     Dasar Hukum:
1.      Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000.


C.    Pihak yang terkait:
1.      Petugas TPT
2.      Pelaksana Seksi PDI
3.      Account Representative (AR)
4.      Unit Pemeriksa
5.      Pelaksana Seksi Pelayanan
6.      Wajib Pajak

D.    Formulir yang digunakan:
1.      Surat Permohonan Wajib Pajak
2.      Bukti Penerimaan Surat

E.     Dokumen yang dihasilkan:
1.      Tanda Terima SPT
2.      Surat Penolakan SPT
3.      Lembar Pengawasan Arus Dokumen
4.      Register Harian

F.     Prosedur Kerja:
1.      Wajib Pajak/PKP/Pemungut PPN menyampaikan SPT Masa dan SPT Tahunan baik secara langsung atau melalui Kantor Pos/jasa ekspedisi/ kurir.
2.      Petugas TPT meneliti apakah Wajib Pajak terdaftar di KPP. Dalam hal Wajib Pajak tidak terdaftar di KPP, SPT ditolak dan dikembalikan. SPT yang disampaikan melalui Pos/Jasa Ekspedisi/Kurir dikembalikan dengan Surat Penolakan.
3.      Petugas TPT meneliti kelengkapan SPT sesuai ketentuan yang berlaku. SPT tidak lengkap ditolak dan dikembalikan. Khusus untuk e-SPT, sebelum dilakukan penelitian kelengkapan dilakukan pengujian data elektronis SPT yang disampaikan oleh Wajib Pajak baik dikirim secara langsung atau melalui e-filing.
4.      Petugas TPT melakukan perekaman atas elemen-elemen SPT yang sudah dinyatakan lengkap. SPT yang sudah lengkap dibuatkan BPS untuk Wajib Pajak dan Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD).
5.      SPT dan LPAD digabungkan dan dilakukan pengelompokkan SPT sesuai ketentuan. Petugas TPT mencetak Register Harian dan mengirimkan ke Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI).
6.      Pelaksana Seksi PDI meneliti Register Harian dan SPT yang diterima. Dalam hal isi tidak sesuai, dikembalikan kepada petugas TPT. Pelaksana Seksi PDI merekam SPT lengkap dan mengirimkan SPT yang telah direkam kepada AR/Seksi Pengawasan dan Konsultasi.
7.      AR melakukan penelitian kebenaran formal pengisian SPT. Berdasarkan hasil penelitian dalam hal terdapat kesalahan matematis, AR membuat Surat Himbauan sedangkan dalam hal terjadi keterlambatan penyampaian/pembayaran SPT dibuatkan Nota hitung.
8.      SPT LB yang meminta pengembalian dikirim ke Unit Pemeriksaan.
9.      SPT dikirim ke Seksi Pelayanan dan menindaklanjuti dengan:
a.       Mencetak Surat Himbauan dalam hal terdapat kesalahan matematis.
b.      Mencetak SKP dalam hal terjadi keterlambatan penyampaian/pembayaran berdasarkan Nota Hitung.
c.       Membuat dan mencetak Surat Teguran terhadap Wajib Pajak yang benar-benar tidak memasukkan SPT.
d.      Menyimpan SPT dalam rumah berkas.
10.  Proses Selesai

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites